Terletak di pantai barat Jepang, Pulau Hashima (juga dikenal sebagai Gunkanjima) adalah salah satu dari banyak pulau yang terutama digunakan sebagai tempat peristirahan untuk pekerja di kapal-kapal pertambangan di Jepang selama Perang Dunia II. Namun, setelah perang berakhir, pulau ini mulai meninggalkan kehidupan sederhana dan sekarang menjadi tujuan wisata yang menarik bagi banyak orang.
Apakah Pulau Hashima Masih Tidak Berpenghuni?
Pulau Hashima masih memiliki beberapa bangunan dan fasilitas yang dibuka untuk umum, termasuk rumah-rumah tinggal sederhana, kantor, sekolah, dan bahkan sebuah gereja kecil. Namun, tidak ada penduduk setempat yang tinggal di pulau ini secara permanen.
Menjelajahi Pulau Hashima
Banyak wisatawan yang mengunjungi pulau ini untuk melihat bagaimana kehidupan masyarakat penduduk setempat telah berubah seiring waktu. Mereka juga dapat menikmati pemandangan laut yang indah dan menikmati suasana yang tenang dan damai.
Keberadaan Fasilitas di Pulau Hashima
- Fasilitas pendidikan: Sekolah-rumah belajar sederhana yang digunakan sebagai tempat belajar anak-anak dan remaja.
- Fasilitas kesehatan: Rumah sakit kecil yang saat ini tidak beroperasi.
- Fasilitas perumahan: Rumah-rumah tinggal sederhana yang digunakan sebagai tempat tinggal para pekerja tambang.
Keunikan Pulau Hashima
Pulau Hashima memiliki keunikan tersendiri. Di antaranya adalah bangunan-bangunan tua yang masih mempertahankan banyak detail aslinya, seperti pintu-pintu kayu dan jendela-jendela panjang. Selain itu, pulau ini juga memiliki banyak tempat-tempat menarik yang dapat dinikmati oleh wisatawan.
Contoh dari Keunikan Pulau Hashima
Seperti misalnya, ada sebuah bangunan tua yang diperkirakan telah dibangun pada tahun 1930-an dan masih mempertahankan banyak detail aslinya. Di dalam bangunan ini, terdapat sebuah ruangan yang digunakan sebagai tempat pertemuan untuk para pekerja tambang.