Hashima dan Dilema Pelestarian Sejarah Kelam

Di perairan Jepang, terdapat sebuah pulau yang dikenal sebagai Hashima, atau lebih populer dengan nama Gunkanjima. Pulau ini awalnya adalah sebuah desa kecil yang dihuni oleh ratusan ribu orang, tetapi sekarang sudah menjadi tempat yang terisolasi dan gelap, yang menggambarkan sejarah kelamnya.

Sejarah Desa yang Menghilang

  • Hashima didirikan pada tahun 1887 sebagai sebuah desa kecil yang dihuni oleh orang-orang yang bekerja di minyak dan gula bumi.
  • Pada awalnya, pulau ini dikelilingi oleh banyak bangunan rumah sederhana yang disebut “anju,” yang merupakan bagian dari sistem perumahan yang rapi.

Namun, pada tahun 1945 setelah Perang Dunia II berakhir, kegiatan industri di pulau ini berhenti dan banyak warga desa yang meninggalkan rumah mereka. Pada masa itu, Jepang sedang mengalami kemunduran ekonomi dan tidak mampu mempertahankan industri-nya.

Penyelamatan Warga Desa

Sebagian besar warga desa yang meninggalkan rumah mereka berada dalam kondisi yang sangat sulit. Beberapa di antaranya mengalami kematian akibat kelaparan atau penyakit, sementara yang lain dipaksa untuk tinggal di seluruh dunia.

  • Beberapa warga desa yang menyesuaikan diri dengan kehidupan baru mereka. Mereka bekerja sebagai buruh terbang atau menjadi penjual di pasar-pasar, tetapi masih mengingat kehidupan mereka di Hashima.

Penyelamatan Sejarah Kelam

Pada tahun 1995, Jepang memutuskan untuk menjadikan Hashima sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Namun, banyak orang yang berkeinginan untuk mengunjungi tempat ini masih belum bisa menemukannya.

  • Di antara alasan utamanya adalah karena keadaan geografisnya yang sangat sulit dijangkau. Pulau ini terletak dalam perairan yang dangkal dan hanya dapat dicapai dengan menggunakan kapal kecil.

Penelitian yang dilakukan oleh universitas-universitas Jepang masih belum menemukan jembatan akses alternatif untuk mengakses pulau ini. Oleh karena itu, banyak orang masih harus berharap mungkin dalam beberapa tahun ke depan nanti ada kemajuan teknis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *