Pulau Hashima, juga dikenal sebagai Gunkanjima, adalah sebuah pulau yang sangat spesial di Jepang. Terletak di laut Arukawa, Prefektur Hyogo, pulau ini memiliki sejarah yang kaya dan menarik. Namun, apa yang membuat Pulau Hashima tetap terlarang untuk umum? Apakah itu karena lokasinya yang sulit dijangkau atau ada alasan lain?

Sejarah Latar Belakang Pulau Hashima

Pulau Hashima dulu merupakan sebuah kota kecil yang hidup dengan kerja sama dan persatuan. Pada masa lalunya, pulau ini menjadi pusat produksi batu bara di Jepang. Ratusan ribu orang tinggal di sini dan bekerja di pertambangan batu bara selama berabad-abad. Namun, pada tahun 1974, penutupan tambang batu bara membuat penduduk pulau ini bermigrasi ke kota-kota lain.

Mengapa Pulau Hashima Terlarang?

Pulau Hashima terdiri dari lebih dari 200 bangunan, termasuk rumah, sekolah, dan tempat ibadah. Namun, setelah penduduknya meninggalkan pulau ini, banyak bangunan tersebut hancur dan menjadi tempat tinggal untuk serangga dan hewan lain. Pada tahun 1995, pemerintah Jepang memutuskan untuk menutupi seluruh area pulau ini karena kekhawatiran akan keselamatan dan kesehatan warga.

Perizinan dan Aksesibilitas

  • Pemerintah Jepang hanya memberikan izin perziana untuk beberapa kelompok tertentu, seperti para peneliti dan pengamat.
  • Karena lokasinya yang sulit dijangkau, tidak ada jalan akses umum ke pulau ini. Penyelidik harus menggunakan kapal kecil untuk berlayar ke pulau.

Atap- atap bangunan yang hancur masih menonjol dari tanah, seperti monumen sejarah dan makam para pelaut yang meninggal di laut. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami keadaan yang sebenarnya saat ini.

Menariknya?

Pulau Hashima masih menjadi misteri dan menarik bagi banyak orang. Banyak yang memiliki harapan bahwa dengan penelitian lebih lanjut, kita akan dapat memahami keadaan pulau ini yang benar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *