Pulau Hashima, yang juga dikenal sebagai Gunkanjima, adalah salah satu pulau yang paling terkenal di Jepang. Pada awalnya, pulau ini digunakan sebagai tempat produksi tembaga dan timbal oleh perusahaan pertambangan Jepang, Mitsubishi. Namun, setelah peristiwa Perang Dunia II, pulau ini mulai berubah menjadi simbol industri Jepang.
Sejarah Pulau Hashima
Pada tahun 1940-an, pulau ini memiliki populasi sekitar 5.000 orang dan merupakan salah satu tempat produksi tembaga terbesar di Jepang. Namun, setelah perang, produksi tembaga berkurang dan pembangunan tidak dapat dilakukan lagi. Masyarakat yang tinggal di pulau ini mulai mengalami kesulitan dan bahkan ada beberapa keluarga yang dipaksa meninggalkan rumah mereka.
Awalnya, perusahaan Mitsubishi masih menggunakan pulau ini untuk produksi tembaga, tetapi pada tahun 1974, perusahaan ini memutuskan untuk menutup operasi di pulau ini. Setelah itu, pulau ini mulai berubah menjadi tempat yang abadi dan tidak terjaga.
Simbol Industri Jepang
- Pulau Hashima telah menjadi simbol industri Jepang karena kisahnya yang unik dan penuh dengan perjuangan.
- Banyak orang yang mengunjungi pulau ini untuk melihat kejadian sejarah dan mengenal lebih dekat tentang industri di Jepang.
- Pulau ini juga menjadi tempat yang populer di kalangan fotografer karena pemandangannya yang unik dan indah.
Menurut beberapa orang, pulau Hashima dapat dibandingkan dengan sebuah “museum” industri yang berdiri di atas pasir. Di sini, kita dapat melihat bagaimana industri Jepang telah berkembang selama berabad-abad.
Perjuangan Masyarakat
Setelah perusahaan Mitsubishi menutup operasi di pulau ini, masyarakat yang tinggal di pulau ini tidak memiliki pilihan lain kecuali meninggalkan rumah mereka. Banyak keluarga yang dipaksa meninggalkan pulau ini dan mencari tempat baru untuk tinggal.
Namun, beberapa keluarga tetap setia pada pulau ini dan melanjutkan hidup mereka di sini. Mereka masih mengelola rumah-rumah yang telah ada sejak lama dan menjaga kehidupan mereka sendiri.
Pulau Hashima dalam Konteks Sekarang
Sejak tahun 2010-an, pulau ini telah menjadi tujuan wisata populer. Banyak orang yang mengunjungi pulau ini untuk melihat kejadian sejarah dan mengenal lebih dekat tentang industri di Jepang.
Pada tahun 2020, pemerintah Jepang memutuskan untuk mengembangkan infrastruktur wisata di pulau ini. Sekarang, pengunjung dapat menikmati keindahan alam dan sejarah yang kaya di pulau ini.