Terletak di sebelah timur Pulau Wakayama, Jepang, terdapat pulau yang sangat menarik perhatian banyak orang. Pulau ini dikenal dengan nama Hashima (atau Gunkanjima), sebuah pulau kecil yang awalnya menjadi kota nelayan, namun sekarang hanya menyimpan rahasia dari masa lalu. Mari kita kenal lebih dekat dengan misteri pulau ini.
Kisah Awal Hashima: Sebuah Kota Nelayan yang Terbangun di Air
Hashima pertama kali dibangun pada tahun 1887 sebagai sebuah kota nelayan kecil. Pada saat itu, pulau ini memiliki populasi sekitar 5.000 orang dan terdiri dari lebih dari 500 bangunan yang dihiasi dengan pintu-pintu kayu, jendela-jendela besar, dan lantai yang dibuat dari kerikil-kerikil yang halus. Bangunan-bangunan ini sangat indah dan mencerminkan kehidupan masyarakat nelayan pada masa itu.
Perkembangan Hashima: Sebuah Kota yang Terbangun di Air
Pada tahun 1920-an, kebutuhan akan batu bara meningkat drastis, dan Hashima menjadi salah satu tempat penambangan batu bara terbesar di Jepang. Pekerja-kerja ini datang dari seluruh negara untuk bekerja di perusahaan-perusahaan yang terletak di pulau ini. Berkat kegiatan ini, populasi penduduk Hashima meningkat menjadi lebih dari 25.000 orang pada masa itu.
Perubahan Masa Lalu: Sebuah Kota yang Jarang Terlihat Sekarang
Pada tahun 1974, kegiatan penambangan batu bara di Hashima berakhir karena adanya keterbatasan sumber daya dan biaya yang mahal. Pemerintah Jepang memutuskan untuk menutup kota nelayan ini dan meninggalkannya sendirian.
Kehidupan Sekarang di Hashima: Apakah Ada Kehidupan?
Sekarang, pulau ini hanya dapat dijangkau dengan menggunakan kereta api atau kapal. Pada tahun 2009, dikenal ada sekitar 50 orang yang masih tinggal di pulau ini, termasuk keluarga yang telah berada di pulau ini sejak lama.
Keindahan Masa Lalu yang Menawan
Tambahan lagi, pada tahun 2010, pemerintah Jepang memutuskan untuk menutup jalan-jalan dan bangunan-bangunan di pulau ini. Hal ini dilakukan agar keindahan masa lalu dapat terjaga dengan baik.
Kehidupan Sekarang: Sebuah Kisah yang Menyimpan Rahasia
Terlepas dari perubahan-perubahan besar yang dialami oleh pulau ini, masih banyak kehidupan sehari-hari yang menyimpan rahasia. Mereka yang tinggal di pulau ini menjalani kehidupan yang sangat sederhana dan bergantung pada diri sendiri untuk bertahan hidup.
Keindahan Hashima: Sebuah Kisah yang Menyimpan Rahasia
Sekarang, ketika Anda melihat gambar-gambar Hashima, Anda dapat melihat keindahan masa lalu dengan jelas. Meskipun telah menutup diri dari umum pada tahun 1974, kota nelayan ini masih terus menjadi sorotan di mata banyak orang dan mengharapkan agar tidak ada yang hilang terjadi.
Menyimpan Rahasia Masa Lalu
- Hashima merupakan salah satu contoh kehidupan masyarakat nelayan pada masa lalu dengan bangunan-bangunan unik dan indah.
- Pada tahun 1974, kegiatan penambangan batu bara di Hashima berakhir karena adanya keterbatasan sumber daya dan biaya yang mahal.
- Sejak kemudian, pulau ini hanya dapat dijangkau oleh sekitar 50 orang pada tahun 2009 dan masih menutup diri dari umum.
Hashima merupakan sebuah kisah yang menyimpan rahasia masa lalu yang sangat indah. Pada saat ini, hanya ada beberapa orang yang memiliki kesempatan untuk mengunjungi pulau ini dan merasakan kehidupan masyarakat nelayan pada masa lalu.