Pulau Hashima, secara resmi dikenal sebagai Gunkanjima, adalah salah satu pulau yang paling menarik perhatian para penjelajah dan pecinta alam di Jepang. Namun, apa yang membuatnya unik dan menarik ini juga menyebabkan pulau ini dibatalkan untuk ditinggali kembali setelah beberapa tahun dikunjungi oleh pendaki dan warga lokal.

Mengapa Pulau Hashima Ditinggalkan?

Pulau Hashima awalnya adalah sebuah kota kecil yang dipadukan dengan kehidupan industri, terutama di bidang pertambangan batu bara. Namun, dalam Perang Dunia II, Amerika Serikat sering melancarkan serangan terhadap Jepang untuk menghancurkan infrastruktur pertambangannya, termasuk pulau ini.

  • Menurut catatan sejarah, pada tahun 1945, Amerika Serikat mempersiapkan serangan strategis melawan Jepang, yang antara lain mencakup kota Hashima. Guncanjima dijadikan target utama pertama mereka.
  • Ketika serangan terjadi, beberapa ribu penduduk pulau dan sekitarnya meninggal dunia, sementara banyak bangunan berapi dan fasilitas industri dihancurkan.

Setelah perang, Jepang tidak memiliki keinginan untuk mengembalikan kota ini sebagai pusat pendidikan atau industri. Bahkan, Jepang mulai menunda rencana untuk membangun proyek pembangunan ulang di Gunkanjima karena berbagai alasan.

Alasannya Meneruskan Pembatasan Tinggal

Guna mengurangi risiko penyebaran penyakit dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan, pemerintah Jepang memutuskan untuk menunda pembangunan ulang pulau ini sampai tahun 1995. Kementerian Perumahan, Pekerjaan Umum, Lain-lain (MoF) memperluas kebijakan tersebut hingga 2019.

  • Menurut beberapa sumber, hal ini bertujuan untuk menghindari penyebaran penyakit yang mungkin disebabkan oleh penduduk yang berkunjung ke pulau secara massal. Hal ini juga termasuk usaha pemerintah dalam memantau dan mengelola kondisi lingkungan dan sumber daya alam di pulau.
  • Hal ini juga menekankan pentingnya mempertimbangkan kesehatan masyarakat terutama ketika hal ini mengandung potensi risiko bagi kesadaran kebersihan dan keselamatan umum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *