Hashima adalah sebuah pulau kecil yang terletak di ujung barat Jepang, dikenal sebagai “Pulau Puing-puing” karena keterbatasan sumber dayanya. Di masa lalu, pulau ini diprediksikan akan menjadi pusat perindustrian utama Jepang, tetapi seiring waktu, kegiatan tambang terus berkurang dan akhirnya hampir tidak ada lagi. Kini, Hashima menjadi tujuan wisata yang menarik bagi mereka yang ingin melihat bangunan tua dan puing-puing di pulau tersebut.
Sejarah Bangunan di Hashima
Bangunan di Hashima merupakan contoh dari perencanaan arsitektur yang canggih pada masa lalu. Pada tahun 1900-an, Jepang mengalami revolusi industri dan membutuhkan bahan tambang untuk mendukung pertumbuhan ekonomi negara itu. Hasilnya adalah pembuatan banyak bangunan di berbagai pulau, termasuk Hashima.
- Bangunan-bangunan ini dirancang untuk bertahan lama dan efisien, dengan menggunakan material seperti beton dan besi yang tahan lama. Beberapa bangunan bahkan dirancang untuk memiliki sistem ventilasi sendiri.
- Karena kegiatan tambang semakin berkurang, banyak bangunan ini tidak lagi digunakan, sehingga menjadi bekas-bekas keindahan.
Waktu datangnya ke Hashima sebagai tujuan wisata sangat menarik. Wisatawan dapat melihat bangunan tua dan puing-puing yang masih menjaga keindahannya, meskipun telah berusia puluhan tahun.
Cara Mengunjungi Hashima
Untuk mencapai Hashima, wisatawan harus menggunakan kapal dari pulau Karatsu. Perjalanan ke sana tidak terlalu panjang dan relatif mudah. Namun, pengunjung perlu mempersiapkan diri dengan baik karena cuaca di laut dapat sangat berubah.
- Pastikan memiliki dokumen yang diperlukan, seperti tiket pesawat dan karta identitas.
- Tinggalkan barang-barang yang tidak perlu untuk menghindari kerugian jika kapal terendam di laut.
Dengan mempersiapkan diri sebelumnya, pengunjung dapat menikmati keindahan pulau Hashima dan bangunan tua yang masih menjaga keindahannya.