Pulau Hashima adalah salah satu destinasi wisata yang sangat unik di Jepang. Namun, apa yang membuat pulau ini spesial? Dan apakah masih ditinggalkan sampai sekarang?
Sejarah Mengerikan Pulau Hashima
Pulau Hashima terletak di ujung selatan Jepang dan dikenal sebagai “Pemburu Bayi” karena jumlah anak-anak yang mati di sana sangat tinggi. Pada tahun 1930-an, pemerintah Jepang memutuskan untuk membangun pabrik gula di pulau ini dan membawa ribuan pekerja asing dari Asia Tenggara untuk bekerja di sana.
Bayi-bayi yang dilahirkan pada perjamuan pekerja ini dipisahkan dari ibu-ibu mereka dan dibesarkan di “Orang-anian” – sebuah fasilitas yang dirancang khusus untuk anak-anak yang hilang di tempat kerja. Orang-orang di pulau ini hidup dalam kondisi yang sangat tidak baik, dengan gaji rendah dan kehidupan yang sangat monotonik.
Kondisi yang Mendalam
- Banyak pekerja yang meninggal karena penolakan makanan atau air terkontaminasi.
- Pekerja-pekerja ini dipaksa bekerja lebih dari 12 jam sehari tanpa liburan.
- Mereka juga dipaksa untuk tinggal di “Orang-anian” yang terbuat dari kayu dan bambu, dengan fasilitas kamar mandi yang tidak adil.
Kondisi ini sangat memprihatinkan dan banyak yang berjuang untuk mengubah keadaan ini. Namun, pemerintah Jepang tidak mau meninggalkan pulau ini karena biaya operasional yang mahal.
Apakah Masih Ditinggalkan Sampai Sekarang?
Pada tahun 1974, pemerintah Jepang memutuskan untuk menutup pabrik gula di pulau ini dan meninggalkan pulau ini selama lebih dari 20 tahun.
Sejak tahun 2010, pulau ini telah dibuka kembali bagi umum dan sekarang dapat dikunjungi oleh wisatawan. Namun, masih ada beberapa proyek yang berlangsung untuk mengembangkan infrastruktur di pulau ini dan meningkatkan kesejahteraan penduduk setempat.
Meskipun kondisi hidup di pulau ini masih jauh dari sempurna, peristiwa sejarah mengerikan ini telah menjadi bagian penting dari budaya Jepang dan menunjukkan betapa beratnya konsekuensi dari kebijakan pemerintah.
Konklusi yang Menarik
Pulau Hashima adalah contoh bagaimana peristiwa sejarah dapat memberikan pelajaran bagi kita semua. Dalam hal ini, pulau ini telah menjadi simbol penting dari pentingnya perlindungan hak-hak pekerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dan seperti bagaimana pohon yang terkena sinar matahari, pulau Hashima akan terus tumbuh dan berkembang setelah ditinggalkan selama lama. Jadi, mari kita ambil pelajaran dari sejarah ini dan berusaha untuk membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik bagi semua orang.